cara mudah belajar Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

cara mudah belajar Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Indonesia adalah karunia Tuhan, negeri yang subur kaya akan hasil bumi. Bermacam tumbuhan tumbuh dengan subur baik yang liar ataupun yang dibudidayakan manusia. Secara umum komoditi pertanian utamanya jenis hortikultura adalah jenis mempunyai varian paling banyak di antara kategori tanaman pertanian lainnya.
Dan jenis ini juga seperti kebanyakan tanaman pertanian lainnya juga menanggung banyak kendala, dimulai dari aspek budidaya di lapangan hingga kepada tahap akhir pengelolaan hasil pertanian. Alasan lain yaitu bahwa produk ini adalah produk musiman dan juga bahan hasil pertanian ini diketahui mudah mengalami kerusakan yang dapat saja terjadi saat proses pemanenan ataupun saat proses pengemasan. Sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut tepatnya lagi di perlukan suatu teknologi hasil pertanian agar tidak terjadi penurunan mutu atau kualitas hasil panen.
Perlakuan hasil demikian diberikan sesuai dengan sifat-sifat dari setiap bahan hasil pertanian yang ditangani, mengapa? Hal ini dikarenakan faktor penurunan mutu umumnya ditentukan oleh sifat-sifat bahan komoditi pertanian tadi dan pemahaman tentang hasil produk pertanian tersebut dapat juga berguna dalam pemanfaatan produk lebih lanjut.
Penerapan teknologi hasil pertanian ini diharapkan setidaknya mampu mengurangi laju penurunan mutu hasil panen yang mana ini sudah menjadi masalah sejak dahulu sehingga imbasnya dapat saja mengurangi pendapatan petani.
Teknologi pengolahan produk pertanian
Sudah bukan zamannya lagi kita ketinggalan informasi seputar pertanian, saat sekarang informasi seputar pertanian yang sampai kepada petani sudah jauh berkembang, dan telah memberikan begitu banyak kemajuan bagi pertanian di tingkat bawah bahkan dalam pengaplikasiannya dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat dengan mudah di pahami oleh petani
Belakangan ini banyak di kembangkan berbagai inovasi baru seputar pengolahan hasil pertanian dan sudah diuji kelayakannya di laboratorium dan bahkan telah disebar luaskan di berbagai media baik itu bulletin, atau informasi lewat televisi. Teknologi ini di maksudkan agar memberi pengetahuan kepada petani tentang cara pengolahan hasil-hasil pertanian dan meningkatkan nilai jual produk pertanian. Disisi lain dapat juga sebagai pemacu pengembangan agroindustri produk olahan pertanian.
Mendukung program pengembangan agroindustri produk olahan saat ini telah dikembangkan berbagai alat-alat atau mesin pertanian yang di desain khusus untuk produk hortikultura tersebut, memudahkan bagi petani dalam penanganan produk sehingga lebih memaksimalkankualitas dan peningkatan nilai jual di pasaran dengan demikian harapan akan peningkatan kualitas produk dan peningkatan nilai tambah produk dapat terjamin.


Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

a.      Visi dan Misi Prodi / Program Khusus

Visi Jurusan THP adalah : Mewujudkan Jurusan yang tangguh dan terpercaya di bidang teknologi pengolahan hasil pertanian dengan keluaran (out put) berupa (1) SDM yang profesional dan (2) informasi di bidang teknologi pengolahan serta berperan sebagai pencipta lapangan kerja dan berguna bagi masyarakat  luas.
Misi Jurusan THP adalah  (1) Menyelenggarakan pendidikan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia terdidik yang berpedoman pada tujuan pendidikan nasional, kaidah moral dan etika ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat serta memperhatikan minat, kemampuan dan prakarsa pribadi. (2) Memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat (3) Menghasilkan konsep pengembangan Agroindustri yang dapat diaplikasikan pada skala kecil dan menengah.

b.      Wawasan Umum dan Arah pengembangan
Program kerja Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dititikberatkan pada kegiatan inovasi teknologi, peningkatan mutu / kualitas lulusan, efisiensi pembelajaran dan layanan akademik. Pelaksanaan program kerja tersebut didukung dana dari Program Hibah Kompetisi yang diperoleh dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas. Dengan terlaksananya program jurusan tersebut, masa studi bisa dipersingkat dengan kualitas lulusan yang lebih baik, sehingga lulusan akan mampu bersaing di dunia kerja.

c.       Minat Studi dan penjelasan
Di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian ada 2 minat studi, yaitu :
1).   Minat Teknologi Industri Hasil Perkebunan (TIHP).
Minat ini berkonsentrasi pada pendalaman teknologi pengolahan hasil perkebunan pengembangan produk dengan bahan baku hasil perkebunan serta industri hilirnya dengan orientasi pasar baik lokal maupun global
2).   Minat Teknologi Industri Pangan (TIP)
Minat ini menitik beratkan pada pendalaman teknologi pengolahan hasil tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, pengembangan produk dengan bahan baku tersebut di atas serta industri hilirnya yang berorientasi pasar, baik lokal maupun global
Masa studi mahasiswa di Jurusan THP adalah 8 semester (4 tahun) dengan menempuh 145- 147 SKS sudah termasuk KKN (KKN reguler atau KKN alternatif) dan Skripsi. Jurusan THP telah dapat meluluskan mahasiswa dengan masa studi  3 tahun 10 bulan. 

d.      Staf Pengajar
Staf Pengajar di  Jurusan THP terdiri dari Dosen Tetap dan Tidak tetap. Dosen Tetap (baik Yayasan maupun DPK) semua telah bergelar magister baik dalam maupun luar negeri. Sedangkan Dosen Tidak Tetap sebagian bergelar Profesor, Doktor, Magister baik dalam maupun luar negeri. Untuk mulai memperkenalkan dunia kerja sejak dini, ada beberapa mata kuliah yang diasuh oleh praktisi.

e.      Bidang kerja dan alumni yang bekerja
Sarjana lulusan jurusan Teknologi Hasil Pertanian telah banyak yang bekerja (ada 81 alumni yang tercatat di Jurusan) di instansi pemerintah maupun swasta yang tersebar di seluruh Indonesia seperti Jajaran Departemen Pertanian, Kehutanan, Departemen Nakertrans, Departemen Dalam Negeri, Depdiknas, Lembaga Penelitian, Perbankan, Perguruan Tinggi, BRI, Perusahaan di bidang pangan misalnya PT Indofood Sukses Makamur, PT Garudafood Putra Putri Jaya, PT Sriboga Raturaya, PT Heinz ABC Indonesia, PT Golden Great Wall Indonesia, Hero Supermarket, PT Tri Teguh Manunggal Sejati, PT Boeringer Ingelhiem Indonesia serta perusahaan perkebunan, seperti PT Riau Sakti United Plantation, PT Gunung Sawit Bina Lestari, PT Selapan Jaya, PT Pagilaran.

f.        Kerjasama
Kerjasama yang telah dilakukan Jurusan THP dengan instansi luar di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian pada masyarakat, yaitu :
1)      Pada bidang pendidikan dan pengajaran, bekerjasama dengan PTPN VIII Jawa Tengah untuk penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY untuk pengayaan materi pengolahan komoditi perkebunan, seperti kopi, kakao dll untuk pengenalan kebun sejak dini.
2)      Pada bidang penelitian, bekerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian dan FMIPA UGM dan BPTP DIY, melalui penelitian Hibah Bersaing dan Hibah Pekerti. Kerjasama penelitian-penelitian ini telah melibatkan 35 mahasiswa (10 orang mahasiswa untuk penelitian Hibah Bersaing, 12 mahasiswa untuk penelitian Hibah Pekerti, 5 mahasiswa untuk kerjasama penelitian dengan BPTP dan 8 mahasiswa untuk kerjasama penelitian dengan APTRI/ Asossiasi Petani tebu Rakyat Indonesia)  dan sekaligus dapat membantu pendanaan skripsinya.
3)      Pada bidang pengabdian masyarakat, telah bekerjasama dengan Kelurahan Parangtritis, Bantul dan  Kelurahan Kalibawang, Kulon Progo DIY, yang juga telah melibatkan mahasiswa dalam penyuluhan-penyuluhan dengan tujuan untuk melatih mahasiswa agar dapat menyampaikan pendapatnya di muka umum. Pelatihan yang melibatkan mahasiswa sebagai tenaga penyuluh dan praktek pada tahun 2006 ini akan dilaksanakan di Bantul, Boyolali, Temanggung dan Blora. Selain itu, juga bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Kalimantan Selatan mengenai pengolahan kelapa secara terintegrasi.

g.      Fasilitas pendukung
Ruang Kuliah tersedia dan memadai serta dilengkapi dengan fasilitas di atas standar  untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan kuliah dan akan ada penambahan fasilitas perkuliahan di tahun 2006 dan 2007 melalui Program Hibah Kompetisi dari Dikti, Depdiknas.
Laboratorium jurusan THP dikelompokkan menjadi 4 kelompok sebagai berikut:
1.       Laboratorium Kimia dan Biokimia
2.       Laboratorium Teknologi Pengolahan/ Reka Proses
3.       Laboratorium Mikrobiologi dan Enzim
4.       Laboratorium Penelitian
Perpustakaan di Fakultas Teknologi Pertanian Instiper  maupun perpustakaan pusat memiliki koleksi buku, majalah ilmiah berbahasa Indonesia maupun Inggris dan hasil-hasil penelitian dosen serta mahasiswa, serta akan ada penambahan fasilitas internet.
      Pilot Plant untuk latihan produksi dan pembesaran skala produksi dari skala laboratorium ke skala industri.
h.      Program / kegiatan unggulan
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian telah berhasil mendapatkan dana Program Hibah Kompetisi dari Ditjen Dikti Depdiknas yang ditujukan untuk pelaksanaan program :
1.    Peningkatan mutu penyelenggaraan akademik (proses belajar mengajar)
2.    Peningkatan mutu layan administrasi
3.    Peningkatan mutu perencanaan untuk pengembangan jurusan THP, yang dalam pelaksanaannya akan ada penambahan fasilitas perkuliahan (LCD, textbook, internet dan media pembelajaran lainnya). Program ini akan berlangsung selama 2 tahun, yaitu tahun 2006 dan 2007. Dari ketiga program tersebut akan menjadikan proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien, sehingga mahasiswa dapat lulus dalam waktu yang singkat dengan IP tinggi.

i.         Karya pengabdian/penelitian berprestasi
Mahasiswa Jurusan THP telah mampu mendapatkan dana penelitian yang kompetitif, seperti Bogasari Nugraha tahun 2005 dan bantuan dana dari Penelitian Lingkungan Hidup pada tahun 2004, serta pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk mewakili Kopertis V di tingkat nasional.
Staf pengajar jurusan THP juga mampu menjaring dana pengabdian/penelitian yang kompetitif, seperti Program Penerapan Iptek, Program Hibah Bersaing dan Program Hibah Penelitian Kerjasama antar Perguruan Tinggi (Pekerti) yang didanai Dikti Depdiknas. Pada pelaksanaan program-program tersebut juga melibatkan mahasiswa, sehingga bisa menambah pengalaman mahasiswa maupun membantu dana penelitian mahasiswa.

0 komentar:

Posting Komentar

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda