cara belajar sejarah

cara belajar sejarah


Mata Pelajaran sejarah sejatinya merupakan mata pelajaran yang sangat penting. Sebab, dengan mempelajari sejarah, peserta didik diajak untuk mengetahui, memahami, berpikir kritis, serta mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, baik yang terjadi di Indonesia maupun belahan dunia lainnya. Alhasil, dari hikmah yang telah diperoleh, peserta didik bisa menjadi manusia yang bijaksana  dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah kondisi yang memprihatikan dan semestinya mendapat perhatian dari banyak pihak bahwa hari ini sudah menjadi rahasia umum bila citra pelajaran sejarah di mata peserta didik dapat dikatakan tidak terlalu baik. Banyak peserta didik yang merasa Jenuh dan ingin segera menyelesaikan pelajaran. Oleh karenanya, kita sebagai guru dituntut untuk lebih kreatif lagi dalam mentransformasikan pelajaran sejarah pada peserta didik.

Metode VibrantSalah satu cara yang dapat dilakukan guru agar dapat menyajikan pelajaran sejarah (termasuk pelajaran lainnya) dengan menyenangkan adalah dengan menggunakan metode Vibrant yang dipadukan dengan prinsip-prinsip cooperative learning. Metode yang akan kita gunakan akan lebih baik jika menggunakan sarana Audio Visual (LCD untuk menampilkan slide show dan musik). Jika tidak ada guru dapat memanfaatkan TV dengan VCD/DVD yang telah diinput materi (dapat memanfaatkan Windows Movie Maker). Secara garis besar metode ini terbagi dalam beberapa langkah :

1. Membagi kelompok (untuk efektifnya usahakan tidak lebih dari lima orang per kelompok)
Kelompok dibuat dengan memegang prinsip-prinsip cooperative learning, yaitu kelompoknya harus heterogen. Terdiri dari peserta didik yang memiliki cara belajar, latar belakang ekonomi keluarga jenis kelamin, modalitas belajar, dan prestasi belajar yang berbeda-beda. Ini diperlukan agar dalam kelompok pun peserta bisa saling belajar dengan sesama anggota kelompok dan tidak ada satu kelompok yang mendominasi karena di dalamnya terdiri dari anak-anak pintar.

2. Bernyanyi bersama
Setelah peserta didik dibagi beberapa kelompok, persilahkan mereka untuk berdiri dan menghadap ke slide show. Kemudian, guru mengomandokan untuk bernyanyi bersama. Ini harus dilakukan agar emosi peserta didik dapat disamakan terlebih dahulu, selain itu inilah inti dari metode yang akan kita pakai. Karena, nanti peserta didik akan kita perintahkan untuk mengganti lirik lagu tersebut dengan materi pelajaran yang mereka dapatkan dari hasil membaca.

Pilihlah lagu-lagu yang sedang tenar, tidak terlalu cepat, dan tidak terlalu lambat. Intinya lagu tersebut memiliki arasemen musik yang menyenangkan. Usai bernyanyi persilahkan peserta didik untuk duduk kembali dan tanyakan perasaan mereka terhadap lagu tersebut (ini hanyalah pemanfaatan waktu peralihan pada langkah selanjutnya)

3.Membagikan materi pada semua kelompok
Guru harus terlebih dahulu mempersiapkan tulisan tentang materi yang akan dibahas. Tulisan guru tersebut harus berdasarkan sumber yang jelas dan sesuai dengan SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) yang terdapat dalam KTSP. Selama membagikan kertas materi guru dapat menyalakan musik yang nantinya akan kita ubah liriknya. Setelah dibagikan materi, guru harus menjelaskan apa tujuan dari pelajaran ini.

Hal ini sangat dibutuhkan mengingat peserta didik sering kali jenuh dengan pelajaran sejarah karena mereka tidak mengetahui apa tujuan dari pelajaran yang mereka pelajari. Setelah itu guru dapat mempersilahkan para peserta didik untuk membaca materi selama 15 menit (waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan).

4.Mulailah menulis lagu
Setelah selesai membaca materi, instruksikan pada seluruh kelompok untuk merubah lirik lagu yang di awal telah kita nyanyikan bersama. Perintahkan juga pada peserta didik untuk memuat, misalnya proses masuknya Hindu Budha ke Indonesia, nama raja dan kerajaannya, serta benda-benda peninggalannya. Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Hindu Budha, serta peninggalannya) komposisi lagu dapat kita instruksikan sesuai dengan KTSP. Berikan alokasi waktu yang jelas, agar peserta didik termotivasi untuk segera menyelesaikan.

5.Persentasi
Persentasi dapat dilakukan pada hari yang sama ataupun pertemuan berikutnya, peserta didik melakukan persentasi dengan bernyanyi. Guru dapat memodifikasi, misal bernyanyi dengan pakaian atau gaya kerajaan dan sebagainya.

6.Penguatan
Sebagai penguatan berikan penghargaan baik berupa hadiah, ucapan ataupun hanya bahasa tubuh pada kelompok yang paling dahulu menyelesaikan, persentasinya paling bagus. Dan, berikan kuis setelahnya untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran yang telah diberikan. Guru dapat memodifikasi metode ini sesuai dengan kebutuhan dan keadaan kelas. Semoga dengan menggunakan metode ini, peserta didik dapat lebih menyenangi lagi pelajaran Sejarah. Karena, jika kita menengok pada negara-negara di Eropa. Warga masyarakatnya, khususnya pelajar akan mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan jika mereka belum menguasai sejarah bangsanya.

 sumber dari :
 http://ferdizhi.multiply.com/journal/item/5?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

cara efektif belajar sejarah

Membahas mengenai pengertian sejarah, secara etimologi kata sejarah itu sendiri  berasal dari bahasa Arab syajarah yaitu dari kata syajaratun yang artinya pohon. Di Indonesia sejarah dapat berarti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibuat skema menyerupai pohon lengkap dengan cabang, ranting, dan daun. Di dalam kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau silsilah. Pada masa sekarang ini, untuk kepentingan tertentu kita memerlukan keterangan riwayat hidup. Kata riwayat kurang lebih berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Sedangkan kata hikayat (yang dekat dengan kata sejarah), artinya cerita tentang kehidupan, yaitu yang menjadikan manusia sebagai objeknya, disebut juga biografi (bios itu artinya hidup, graven artinya menulis). Jadi, cerita yang berkisar mengenai kehidupan penulis yang ditulis oleh diri sendiri atau pelakunya sendiri disebut autobiografi.
Dalam bahasa Arab kata “kisah” yang umumnya menunjuk ke masa lampau, justru lebih mengandung cerita yang benar-benar terjadi pada masa lampau, yakni sejarah. Di dalam bahasa-bahasa nusantara ada beberapa kata yang kurang lebih mengandung arti sejarah ialah “babad”, yang berasal dari bahasa Jawa “tambo”, bahasa Minangkabau “tutui teteek”, bahasa Roti “pustaka” atau “cerita”.
Barangkali kata babad ada hubungannya dengan kata “babad” bahasa Jawa dalam arti memangkas. Hasil pembabadan ialah suasana terang, dengan demikian babad dalam arti sejarah bertugas untuk menerangkan suatu keadaan.

Untuk lebih memahami secara lebih mendalam, maka mari kita simakpengertian sejarah di negara lain. Perkataan sejarah dalam bahasa Belanda ialah geschiedenis (dari kata geschieden = terjadi). Sedangkan dalam bahasa Inggris sejarah disebut history, (berasal dari bahasa Yunani “historia” yang berarti apa yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu. Sejarah berarti peristiwa yang terjadi dalam masyarakat manusia di masa lampau.
Selanjutnya, mari kita perhatikan beberapa pendapat mengenai pengertian sejarah yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Dengan penyajian beberapa definisi sejarah dari beberapa ahli, dapat dijadikan bahan perbandingan menuju ke arah pengertian sejarah yang sempurna dan benar, serta memiliki kesadaran sejarah yang mendalam. Beberapa definisi sejarah yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.


Berikut ini adalah pengertian dan definisi sejarah menurut beberapa ahli :
1. Menurut W.J.S Poerwodarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia :
Sejarah mengandung 3 pengertian, yaitu :
* Kesusasteraan lama, sislsilah, dan asal usul
* Kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau
* Ilmu pengetahuan

2. Menurut Abramowitz (Burher, 1970:42)
"history as a chronology of events" yang berarti bahwa sejarah merupakan sebuah kronologi atas suatu kejadian.

3. Menurut Sunnal dan Haas (1993: 278)
"history is a chronological study that interprets and gives meaning to events and applies systematic methods to discover the truth" yang berarti: sejarah merupakan studi kronologis yang menafsirkan dan memberikan arti peristiwa dan berlaku metode sistematis untuk menemukan kebenaran.

4. Menurut Costa (Burger, 1970: 44)
sejarah dapat didefinisikan sebagai "record of the whole human experience". Dimana pada hakikatnya sejarah merupakan catatan seluruh pengalaman, baik secara individu maupun kolektif bangsa/nationdimasa lalu tentang kehidupan umat manusia.

5. Menurut Cleveland (Burger, 1970; 46)
"history is viewed as a mean by which to understand human life" yang berarti bahwa sejarah itu dipandang sebagai maksud untuk memahami kehidupan manusia.

6. Menurut Bernheim (seorang sejarawan Jerman)
sejarah adalah sebuah ilmu yang menelusuri serta menempatkan peristiwa- peristiwa tertentu dalam waktu dan ruang mengenai perkembangan manusia, baik secara perorangan maupun kolektif, sebagai mahluk sosial dalam hubungan sebab dan akibat, lahir maupun batin.

7. menurut henri Pirenne Iseorang sejarawan Perancis)
mengartikan sejarah sebagai cerita tentang peristiwa-peristiwa dan tindakan-tindakan manusia yang hidup dalam masyarakat.

8. Menurut Sartono Kartodirdjo
sejarah dapat didefinisikan sebagai berbagai bentuk penggambaran pengalaman kolektif di masa lampau. Setiap pengungkapannya dapat dipandang sebagai suatu aktualisasi atau pementasan pengalaman masa lampau. Menceritakan suatu kejadian ialah cara membuat hadir kembali (dalam kesadaran) peristiwa tersebut dengan pengungkapan verbal.

9. Menurut Daniel dan Banks (1996: 6)
Daniel berpendapat: bahwa sejarah adalah kenangan pengalaman umat manusia. Sedangkan Banks berpendirian bahwa semua kejadian di masa lalu adalah sejarah dan sejarah adalah sebagai aktualitas.

10. Menurut Carr (1982: 30)
Menyebutkan bahwa "history is a continuous process of interaction between the historian and his facts, and undending dialogue between the present and the past" yang berarti bahwa sejarah merupakan proses berkesinmbungan dari interaksi antara sejarawan dan fakta-fakta serta dialog antara masa kini dan masa lalu.

11.  Roeslan Abdulgani, mengemukakan bahwa sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan.

Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam penyelidikan masa silam tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari perspektif masa depan.

12. Moh. Yamin, SH, memberikan pengertian sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.

13. Thomas Carlyle, memberikan pengertian  sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.

14. Herodotus, ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.

15. Ibnu Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.

ASYIK-ASYIK BELAJAR SEJARAH

Kebanyakan orang mungkin akan merasakan kebosanan dengan membaca hal-hal yang berkaitan dengan sejarah. Namun tak sedikit juga diantara orang-orang yang bosan akan membaca sejarah mempunyai kesukaan atau kecintaan dengan hal-hal yang berkaitan dengannya, hanya saja mereka merasa malas dalam membacanya. Dan hal inipun menumbuhkan keinginan mereka untuk mengetahui bagaimana cara asyik dan tetap tidak bosan dalam mempelajari sejarah, sehingga kecintaan mereka pada sejarah semakin bertambah. 
Sejarah yang dianggap sebagai sesuatu yang sangat special bagi para sejarawan, juga dapat menimbulkan sebuah kebosanan bagi orang awam yang memang sedikit tak tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah. Dan untuk menumbuhkan kecintaan pada sejarah kita tidak perlu muluk-muluk untuk menumbuhkannya. Karena bila kita terlalu mengedepankan untuk menyukai sejarah kita malah akan semakin bosan. 
 Sama halnya dengan kita terlalu ingin menumbuhkan keinginan suka pada sesuatu dan terlalu semangat untuk menumbuhkannya, itu nanti malah akan membosankan kita. Artinya Kita juga perlu memperhatikan porsi dalam mempelajari sejarah. Selain itu cara menumbuhkan ketertarikan itu dengan cara menelatenkannya. 
 Dan berikut ini akn saya sajikan beberapa cara menumbuhkan ketertarikan pada sejarah berdasarkan alasannya : 
 1. Niat, Kenapa dengan niat ?,,, Untuk mengawali segala sesuatu tentunya dibutuhkan niat. Karena bila kita sudah mengawalinya dengan niat Insyaallah apa yang kita inginkan akan menjadi kenyataan. Termasuk dalam hal belajar, bila sudah kita tanamkan dalam hati bahwa kita akan bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya, pasti keinginan itu akan terkabul Meskipun niat ini dianggap remeh, karena hanya hal sepele, namun dalam penerapannya hikmah dari niat ini sangat luar biasa. 
2. Tekunilah dalam membaca sejarah, artinya jadwalkan atau luangkan waktu yang rutin untuk membaca sejarah. Karena dengan kerutinan itu akan menjadikan kita terbiasa. Sehingga yang akan kita rasakan setelah terbiasa nanti akan semakin menarik kita untuk suka dan membaca macam-macam sejarah lain. 
3. Janganlah kita terlalu menekuni atau terlalu mempelajari tentang sejarah. Artinya seperti yang saya jelaskan diatas bahwa dalam mempelajari sejarah juga harus mengetahui porsinya. Sehingga kita tidak kewelahan dan jenuh dalam mempelajari sejarah. Bagaimanapun juga sebagai manusia biasa rasa jenuh itu akan tetap ada. Seorang sejarahpun pastinya akan merasa jenuh bila terlalu mengedepankan dan menekunkannya. Namun kecintaan merekalah yang menggerakkan hatinya untuk semangat mempelajari sejarah dengan cara mereka sendiri. 
 4. Carilah cara untuk dapat membuat kita menyenangi dalam mempelajari sejarah, artinya kita akan merasa nyaman dan mudah tertarik dengan sejarah dengan cara belajar kita sendiri. Misalnya, kita menyukai sesuatu atau bisa mempelajari sesuatu dengan hal yang berhubungan dengan gambar. Maka cara yang ampuh adalah carilah buku sejarah yang tentunya disertai gambar, sehingga dengan gamabr tersebut kita tidak sekedar tahu isi bacaan namun juga bisa membayangkan dari buku sejarah tersebut. 
5. Biasakan untuk mengikuti organisasi yang berhubungan dengan pelajaran sejarah, sehingga kita akan semakin tahu dan cepat mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan sejarah. 
6. Gunakanlah internet dengan sebaik mungkin. Karena internet itu mudah sekali untuk mencari informasi-informasi apalagi dengan sesuatu penemuan baru, khususnya dalam sejarah. Sehingga kita akan semakin up to date tentang hal yang berkaitan dengan sejarah. 
Semoga tips diatas dapat membantu teman-teman dalam mempermudah belajar sejarah, Selamat mencoba tips saya diatas.

0 komentar:

Posting Komentar

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda